DPMPTSP Kota Probolinggo Matangkan Pengembangan Portal Cuan In dan Layanan Antrian Online Digital MPP

Dinas Penanaman Modal dan Pelayqnan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo terus memperkuat transformasi layanan digital dan promosi investasi daerah. Pembahasan difokuskan pada optimalisasi fungsi sistem digital agar mampu memberikan layanan yang lebih efektif sekaligus menyajikan informasi investasi yang akurat dan terpadu.

DPMPTSP Kota Probolinggo Matangkan Pengembangan Portal Cuan In dan Layanan Antrian Online Digital MPP

 

Dinas Penanaman Modal dan Pelayqnan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo terus memperkuat transformasi layanan digital dan promosi investasi daerah. Hal tersebut diwujudkan melalui pembahasan teknis rencana pengembangan portal GoPoint/Cuan In serta sistem layanan online dan mesin antrian Mal Pelayanan Publik (MPP), yang digelar bersama perangkat daerah dan mitra teknis terkait.

Rapat teknis tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dinas, Imam Cahyadi, dan diikuti oleh Pejabat beserta staff fungsional DPMPTSP, Diskominfo, PT Des Green, serta tim teknis lainnya.


Pembahasan difokuskan pada optimalisasi fungsi sistem digital agar mampu memberikan layanan yang lebih efektif sekaligus menyajikan informasi investasi yang akurat dan terpadu.

Dalam pembahasan sistem antrian MPP, disampaikan bahwa saat ini mesin antrian masih terbatas pada pelayanan loket. Ke depan, sistem akan dikembangkan agar lebih adaptif, termasuk penyesuaian waktu antrian berdasarkan durasi layanan di masing-masing loket serta pengkajian penerapan antrian online.

Selain itu, penguatan portal Cuan In juga menjadi perhatian utama. Portal ini dinilai telah memiliki basis data yang baik, namun masih perlu ditingkatkan, khususnya pada fitur peta interaktif investasi. Melalui pengembangan tersebut, diharapkan informasi lokasi investasi dapat ditampilkan secara jelas, mulai dari potensi, peluang, hingga kawasan yang telah ditetapkan sebagai Investment Project Ready to Offer (IPro).

Diskominfo menekankan pentingnya penerapan kebijakan One Map One Policy, guna memastikan keseragaman data peta antar perangkat daerah. Hal ini dinilai krusial agar tidak terjadi perbedaan informasi yang dapat menimbulkan kebingungan bagi investor. Ke depan, satu peta resmi akan menjadi acuan bersama sebagai barometer data investasi daerah.


Dalam rapat tersebut juga dibahas penambahan dashboard investasi, penyajian konten visual pendukung, serta penguatan fitur aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Dari sisi infrastruktur, aspek hosting dan domain menjadi perhatian agar keberlanjutan sistem digital dapat terjamin.

Terkait penetapan IPro, ditegaskan bahwa seluruh lokasi harus didukung kajian dan data yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi. Saat ini, secara resmi Kota Probolinggo memiliki dua lokasi IPro, yakni Pasar Agrobis dan TWSL, sementara lokasi lainnya akan diklasifikasikan sebagai potensi atau peluang investasi.

Melalui pembahasan teknis ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap pengembangan portal Cuan In dan sistem layanan digital MPP dapat menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya tarik investasi yang berkelanjutan di daerah.

LINK TERKAIT