Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo Gelar Sosialisasi Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo terus memperkuat sinergi antara pelaku usaha besar dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Sosialisasi Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM yang digelar pada Senin (8/6), diikuti sebanyak 90 pelaku usaha merupakan upaya DPMPTSP Kota Probolinggo dalam mendorong terciptanya kemitraan yang saling menguntungkan antara usaha besar dan UMKM guna meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar bagi
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo terus memperkuat sinergi antara pelaku usaha besar dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Sosialisasi Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM yang digelar pada Senin (8/6) di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 90 pelaku usaha merupakan upaya DPMPTSP Kota Probolinggo dalam mendorong terciptanya kemitraan yang saling menguntungkan antara usaha besar dan UMKM guna meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar bagi produk lokal.
Hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Ketua TP PKK Evariani Aminuddin, narasumber dari DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Mewakili Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo, Sekretaris DPMPTSP Imam Cahyadi menjelaskan bahwa kemitraan usaha merupakan strategi penting dalam memperkuat ekosistem investasi dan pemberdayaan UMKM di daerah.
“Melalui kemitraan ini, kami berharap terbangun hubungan usaha yang didasarkan pada prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. Selain memperluas jangkauan pasar, kemitraan juga membuka peluang pembinaan, peningkatan kualitas produk, dan pengembangan kapasitas UMKM melalui kolaborasi dengan usaha yang lebih besar,” ujar Imam.
DPMPTSP Kota Probolinggo memandang kemitraan usaha sebagai salah satu instrumen penting dalam menciptakan iklim investasi yang inklusif, sekaligus mendorong UMKM agar mampu naik kelas dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang menjadi ruang temu antara pelaku usaha besar dan UMKM. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin akan memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Probolinggo juga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha lokal, salah satunya melalui kebijakan penyediaan minimal 30 persen area ekonomi pada gerai ritel modern untuk produk-produk UMKM lokal.

Narasumber Dr. Evariani Aminuddin, M.Kes menyampaikan bahwa pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, TP PKK, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi terpadu yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Dr. Evariani, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat perekonomian lokal. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi pelaku UMKM, seperti keterbatasan modal, akses pasar, teknologi, dan kapasitas pengelolaan usaha.
Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai pelaku usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dalam hal ini, TP PKK memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha.
"Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara seluruh pemangku kepentingan, diharapkan dapat tercipta ekosistem ekonomi yang kuat, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, berdaya saing, dan sejahtera," ujar Dr. Evariani Aminuddin, M.Kes.
Melalui sosialisasi ini, DPMPTSP Kota Probolinggo berharap semakin banyak kemitraan yang terjalin antara usaha besar dan UMKM, sehingga produk-produk unggulan daerah memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar modern serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo.