DPMPTSP Kota Probolinggo Gelar Bimtek Peningkatan SDM ASN untuk Perkuat Kompetensi Pelayanan Perizinan
Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan SDM, diharapkan ASN DPMPTSP Kota Probolinggo dapat semakin meningkatkan kompetensi, profesionalitas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat guna mendukung terciptanya pelayanan publik yang prima dan berintegritas.
DPMPTSP Kota Probolinggo Gelar Bimtek Peningkatan SDM ASN untuk Perkuat Kompetensi Pelayanan Perizinan
Probolinggo, Sabtu, 23 Mei 2026 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan SDM ASN yang berlangsung di Lava Hills, Sabtu (23/5). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran ASN DPMPTSP sebagai bagian dari penguatan kompetensi, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan karakter aparatur.
Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo, Diah Sajekti Widowati, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas ASN di tengah tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, Aries Santoso, yang memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Aries Santoso menekankan pentingnya ketelitian dan ketegasan dalam proses pelayanan perizinan. Ia mengingatkan agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
"Jangan sampai ada kekurangan sehingga menimbulkan polemik. Kita berada pada posisi yang dilematis. Di satu sisi sektor perizinan juga berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun di sisi lain kita juga harus lebih tegas dalam proses perizinan," ujarnya.

Materi pertama dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh narasumber dari DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Ahmad Irham Fauzi, dengan tema "Implementasi OSS Berbasis Risiko". Dalam paparannya, Ahmad Irham menegaskan pentingnya pemahaman sistem perizinan digital bagi seluruh pegawai.
Ia menyampaikan bahwa setiap karyawan setidaknya harus memahami apa itu sistem Online Single Submission (OSS) agar mampu memberikan informasi dan pelayanan yang tepat kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga menjelaskan penerapan pendekatan berbasis risiko dalam perizinan usaha. Menurutnya, usaha dengan tingkat risiko rendah tidak seharusnya dipersulit proses perizinannya, sedangkan usaha dengan risiko tinggi memerlukan pengawasan dan tahapan yang lebih ketat.
"Jika usahanya berisiko rendah, jangan dipersulit perizinannya. Namun jika risikonya tinggi, tentu prosesnya harus lebih ketat dan sesuai aturan," jelasnya.
Sementara itu, sesi kedua menghadirkan materi motivasi dan pengembangan karakter yang disampaikan oleh Dr. Umi Dayati. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan karakter, motivasi kerja, serta pentingnya membangun semangat positif dalam lingkungan kerja.
Penyampaian materi berlangsung dengan suasana yang santai dan interaktif. Berbagai sesi diskusi serta interaksi dengan peserta membuat suasana pelatihan menjadi lebih hidup dan menarik, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan ASN DPMPTSP Kota Probolinggo dapat semakin meningkatkan kompetensi, profesionalitas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat guna mendukung terciptanya pelayanan publik yang prima dan berintegritas.