Isi Bimtek Pemenuhan Komitmen Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha di Kota Probolinggo, DPMPTSP Jelaskan Prosedur SPP-IRT

Bimbingan teknis tentang Pemenuhan Komitmen Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha di Kota Probolinggo

Suasana Sosialisasi tentang Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). oleh Narasumber

PROBOLINGGO – Setiap tempat usaha yang berada di tempat tinggal, dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga semi otomatis tergolong sebagai Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Sejumlah industri tersebut dapat didaftarkan untuk mendapatkan Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Apa saja ketentuannya?

            Ya, jenis pangan yang didaftarkan sesuai dengan kelompok jenis pangan dalam Peraturan BPOM tahun 2018. “Pangan dengan masa simpan 3 hari, (izinnya) menggunakan SPP-IRT. Kalau kue basah, tidak perlu pakai SPP-IRT,” tutur Penata Perizinan Madya DPMPTSP Kota Probolinggo, Sri Lestari.

            Lebih lanjut Ari-panggilan akrabnya-menjelaskan, produk pangan olahan kering; masa simpan lebih dari 7 hari di suhu ruang; pangan terkemas dan berlabel; pangan produksi dalam negeri (bukan pangan impor) dan tidak boleh mencantumkan klaim.


            Sedangkan pangan yang tidak masuk dalam IRTP, yakni pangan olahan tertentu, pangan steril komersial, pangan yang diproses dengan pasteurisasi dan pangan yang diproses dengan pembekuan.

            Terkait perizinan SPP-IRT, mempunyai risiko perizinan menengah rendah. Dengan ruang lingkup perizinan non KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) atau PB UMKU (Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha).

            “Untuk penerbitan SPP-IRT silahkan mengakses website oss.go.id atau monggo datang ke MPP (Mal Pelayanan Publik). Mau datang sendiri atau berkelompok tidak apa-apa, nanti kami bantu. Apapun berkas yang diunggah disiapkan, nanti akan kami arahkan sesuai dengan kebutuhan,” terang Ari dalam Bimtek Pemenuhan Komitmen Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRPT), Rabu (26/6).

            Berkas tersebut antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB), data produk, rancangan label dan pernyataan komitmen. Setelah proses dari DPMPTSP, selanjutnya pengawasan terhadap pemenuhan komitmen dilakukan Dinas Kesehatan setempat. Komitmen IRTP untuk memperoleh SPP-IRT dengan mengikuti penyuluhan keamanan pangan dan pemeriksaan sarana prasarana. 

            Pada kesempatan itu, Ari juga menjelaskan tentang ketentuan label yang terdiri dari nama produk, komposisi, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluwarsa, nomor izin edar dan asal usul bahan pangan tertentu.

“Apa yang harus dicetak di label, harus sesuai dengan ketentuan untuk kemudian diupload sebagai dasar pemenuhan syarat SPP-IRT. Kalau tidak punya logo halal, ya jangan dicantumkan,” cetus Ari, pada bimtek di Bale Hinggil yang diikuti pelaku usaha yang sudah terdaftar dalam OSS.  

“Saya berterimakasih bapak/ibu yang punya NIB, sudah berkomitmen mengurus SPP-IRT secara online maupun ke MPP. Apabila sistem tidak error, lancar tidak ada kendala server BPOM dan OSS maka SPP IRT bisa diterbitkan dalam 1 hari kerja,” imbuhnya.


Diketahui, dalam OSS.go.id terdapat sekitar 40 KBLI yang harus memiliki izin SPP-IRT. Antara lain industri pengasapan/pemanggangan ikan, industri peragian/fermentasi ikan, industri pengasinan buah-buah dan sayur, industri pengeringan buah-buah dan sayur, industri manisan buah-buah dan sayur, industri dodol, industri produk masak dari kelapa, industri mie makaroni dan sejenisnya.

Ari menegaskan, makanan yang wajib memiliki SPP-IRT harus segera diurus karena terkait keamanan pangan. Sejak tahun 2021 hingga Juni 2024, DPMPTSP Kota Probolinggo telah menerbitkan 1.318 SPP-IRT.

 “Kami bersama Dinkes melakukan pengawasan, imbauan dan fasilitasi supaya segera mendapatkan SPP-IRT dan izin edar. Jadi, yang usaha makanan yang harus punya SPP-IRT, segera diurus. Perlu diingat, tidak semua KBLI bisa di-SPP-IRT,” katanya.

Selain dari DPMPTSP, bimtek gelaran Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo itu juga mengundang BOPM Surabaya sebagai narasumber. Pengawas Farmasi Muda, Rika Yusriarni memberikan materi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk skala IRTP. (fa)

LINK TERKAIT