Terlibat dalam Tim Deteksi Dini Kerawanan Hubungan Industrial, Ini Sejumlah Penekanan DPMPTSP Kota Probolinggo

DPMPTSP tergabung dalam Tim Deteksi Dini Kerawanan Hubungan Industrial melakukan monitoring dan pembinaan ketenagakerjaan ke sejumlah perusahaan di Kota Probolinggo

Salah satu perusahaan yang dikunjungi oleh Tim

PROBOLINGGO – Tergabung dalam Tim Deteksi Dini Kerawanan Hubungan Industrial di perusahaan Kota Probolinggo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan monitoring dan pembinaan ketenagakerjaan, Kamis (20/6). Melalui tim deteksi dini, diharapkan dapat menjembatani permasalahan serta kelengkapan administrasi pada perusahaan.

Ada empat perusahaan dari berbagai sektor menjadi jujugan tim deteksi dini. Yaitu dua perusahaan di Jalan Brantas, PT Fastrata Buana Probolinggo dan PT PAI (Pamolite Adhesive Industry). Kemudian berlanjut ke Rumah Sakit Dharma Husada di Jalan Soekarno Hatta dan PT Lautan Berlian Indah di dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan.


Tim Deteksi Dini Kerawanan Hubungan Industrial yang digawangi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Probolinggo ini diikuti Kejari Kota Probolinggo, Satuan Intelkam Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820 Probolinggo, Satpol PP, Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jatim, BPJS Ketenagakerjaan, SPSI, Apindo dan DPMPTSP.

                Sesuai dengan tupoksinya, DPMPTSP menelisik tentang perizinan semua perusahaan tersebut. Hasilnya, perusahaan tersebut banyak yang kurang menambahkan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) dalam NIB (Nomor Induk Berusaha) di website OSS.go.id.

                “Kami monitoring dan evaluasi perizinan dengan mengecek NIB di OSS. Karena admin di kantor pusat, maka bisa disampaikan ada tambahan KBLI yang harus dipenuhi melalui sistem. Karena ternyata tidak hanya perdagangan cacao dan kopi, tapi ada kosmetik juga,” ujar Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda, Renny Annisa saat berada di salah satu gudang distributor.

                Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan menyatakan siap menyampaikannya ke pusat  untuk penambahan KBLI yang harus dipenuhi. “Dengan begini kami lebih tahu, bisa menyesuaikan. Terima kasih sudah datang ke kantor kami,” ujar HRD PT Fastrata Buana Probolinggo, Tomy Candra Darmawan.


                Tim deteksi yang dikomandoi Plt Kabid Hubungan Industrial Disperinaker, Dewi Arliana berharap apa yang menjadi catatan baik itu terkait ketenagakerjaan atau hal lain yang ditemukan oleh tim dapat segera ditindaklanjuti. “Semoga ke depan bisa lebih lagi memajukan perusahaannya di Kota Probolinggo,” ucapnya.

                Di PT PAI, BPJS Ketenagakerjaan mengapresiasi manajemen yang telah mendorong semua program terkait tenaga kerja secara lengkap dan paripurna. Kendati demikian, BPJS berpesan agar para karyawan dapat menggunakan aplikasi dari BPJS Ketenagakerjaan.

                Pada kesempatan itu, DPMPTSP juga mengingatkan perusahaan untuk menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara berkala sesuai dengan katagori perusahaan masing-masing. Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan perusahaan, DPMPTSP kerap menyerukan tentang LKPM.

“Kita sepakat untuk laporan investasi namun sampai sekarang memang ada perusahaan atau pelaku usaha yang menyampaikan lewat OSS. LKPM dilaporkan secara berkala, untuk Non UMK modal di atas Rp 10 M maka pelaporan triwulan. Kami selalu siap memfasilitasi perusahaan yang menemui kendala dalam LKPM,” imbuh Renny lagi.


                Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kota Probolinggo Thesar Yudi Prasetya menegaskan bahwa kejaksaan mensupport Pemerintah Kota Probolinggo dan investor untuk menciptakan lingkungan kondusif sehingga masalah antara perusahaan dan karyawan dapat terpecahkan.

“Intinya kami mendukung dan siap bersinergi dalam segala bentuk investasi di Kota Probolinggo. Kami melindungi investasi sekecil apapun karena ingin menciptakan iklim investasi yang baik. Sehingga kesejahteraan masyarakatnya juga semakin baik. Percayalah, saran masukan dari tim ini semata-mata untuk memperbaiki aturan-aturan yang ada agar ke depan tidak terjadi masalah,” beber Thesar. (fa)

#dpmptsp
SHARE :
LINK TERKAIT