EJIF 2026 Jadi Momentum Probolinggo Tawarkan Potensi Investasi kepada Investor
Pemerintah Kota Probolinggo turut mengambil bagian dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang digelar di Hall Grand City Convention & Exhibition Surabaya. Kehadiran Kota Probolinggo dalam forum investasi tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi dan peluang investasi daerah kepada investor nasional maupun internasional.
EJIF 2026 Jadi
Momentum Probolinggo Tawarkan Potensi Investasi kepada Investor
SURABAYA – Pemerintah Kota Probolinggo turut mengambil
bagian dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang digelar di Hall Grand
City Convention & Exhibition Surabaya, Jumat (2/10/2026). Kehadiran Kota Probolinggo dalam forum investasi
tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi dan peluang
investasi daerah kepada investor nasional maupun internasional.
Kegiatan tersebut
turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, yang menjadi
bagian dari dukungan Pemerintah Kota Probolinggo dalam memperkuat promosi
potensi daerah serta membuka peluang kerja sama investasi yang memberikan
manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, EJIF 2026
mengusung tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine Through
Strategic and Sustainable Investment”. Forum ini tidak hanya menjadi ruang
pertemuan bisnis dan business matching, tetapi juga menjadi sarana
mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor serta memperkenalkan
proyek-proyek investasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara
berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur
menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru
Nusantara” sekaligus salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Investasi yang dikembangkan diarahkan tidak hanya pada peningkatan nilai modal,
tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan penciptaan nilai tambah
yang inklusif bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak
dalam sambutannya menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Timur memiliki fondasi
yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Pada Triwulan II 2026, ekonomi
Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan (year-on-year) dan 2,85 persen
secara triwulanan (quarter-to-quarter). Secara kumulatif hingga Triwulan II
2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,84 persen.
Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
Jawa Timur juga mencatat pertumbuhan sebesar 8,86 persen secara year-on-year.
Pertumbuhan tersebut antara lain didukung pembangunan berbagai infrastruktur
strategis dan peningkatan konektivitas yang menjadi bagian penting dalam
menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif.
Probolinggo Tawarkan Sejumlah Potensi Unggulan
Sejalan dengan semangat EJIF 2026, Pemerintah Kota
Probolinggo memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan sejumlah potensi
investasi daerah. Salah satunya adalah Investment Project Ready to Offer (IPRO)
Pasar Agrobis yang memiliki peluang pengembangan pada sektor perdagangan dan
aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain Pasar Agrobis, Kota Probolinggo juga menawarkan
peluang pengembangan sektor pariwisata melalui Taman Wisata Studi Lingkungan
(TWSL). Kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi
wisata yang semakin menarik sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi
daerah.
Potensi lainnya
berada di kawasan Pantai Permata yang terintegrasi dengan kawasan Pasar
Mangunharjo. Pengembangan kawasan tersebut dapat diarahkan sebagai ruang yang
memadukan aktivitas ekonomi, perdagangan dan pariwisata dengan tetap mengangkat
karakter serta potensi lokal Kota Probolinggo.
Berbagai potensi
tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk membuka
ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan investor, sekaligus mendorong
pengembangan ekonomi daerah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Jawa Timur Siapkan 28 Proyek Investasi
Pada EJIF 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut
menawarkan 28 proyek Investment Projects Ready to Offer (IPRO) yang telah
melalui analisis kelayakan awal atau pre-feasibility study. Proyek-proyek
tersebut tersebar pada empat sektor utama, yakni agroindustri dan pengolahan,
manufaktur dan hilirisasi, infrastruktur dan pengembangan perkotaan, serta
pariwisata, ekonomi kreatif dan heritage.
Jawa Timur juga memiliki ekosistem kawasan industri yang
mendukung pengembangan usaha, meliputi dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13
kawasan industri dan satu kawasan industri halal.
Penguatan investasi juga diarahkan melalui kemudahan
berusaha atau Ease of Doing Business, termasuk kepastian dan kecepatan proses
perizinan melalui pelayanan terpadu satu pintu yang transparan dan
terintegrasi.
Rangkaian EJIF 2026 meliputi Many-to-Many Meetings,
One-on-One Meetings, Project Showcase, hingga Project Visit ke sejumlah lokasi
strategis. Rangkaian tersebut memberikan kesempatan kepada investor untuk
mendapatkan informasi sekaligus melihat secara langsung berbagai peluang
investasi yang tersedia di Jawa Timur.
Melalui keikutsertaan dalam EJIF 2026, Pemerintah Kota
Probolinggo terus memperkuat posisi daerah sebagai bagian dari ekosistem
investasi Jawa Timur. Berbagai potensi yang dimiliki diharapkan dapat semakin
dikenal dan membuka peluang kerja sama baru dengan investor untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.