PEMKOT PROBOLINGGO MATANGKAN BLUEPRINT KEK, DORONG INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH
Pengembangan KEK dirancang dengan tiga bidang utama, yakni pariwisata, logistik dan distribusi, serta industri pengolahan eco-maritim. Ketiganya diharapkan dapat membentuk ekosistem ekonomi yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
PEMKOT PROBOLINGGO MATANGKAN BLUEPRINT KEK, DORONG INVESTASI
DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH
Pemerintah Kota Probolinggo mulai mematangkan arah
pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui kegiatan Paparan Blueprint
KEK Kota Probolinggo yang digelar di Ruang Command Center Kantor Wali Kota
Probolinggo, Selasa (27/10).
Kegiatan yang
dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes., Sekretaris
Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si., serta jajaran perangkat
daerah dan pemangku kepentingan terkait ini menghadirkan konsultan PT Bariq
Group sebagai narasumber.
Dalam
sambutannya, Wali Kota Probolinggo menegaskan bahwa Kota Probolinggo memiliki
potensi untuk berkembang lebih jauh, tidak hanya sebagai kota transit menuju
Gunung Bromo, tetapi juga sebagai destinasi dan pusat pertumbuhan ekonomi baru
di wilayah Tapal Kuda dan Jawa Timur.
Potensi pesisir,
maritim, perikanan, serta posisi strategis Pelabuhan Mayangan menjadi modal
penting untuk mendorong investasi berkualitas, memperkuat konektivitas
logistik, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Pengembangan KEK
dirancang dengan tiga bidang utama, yakni pariwisata, logistik dan distribusi,
serta industri pengolahan eco-maritim. Ketiganya diharapkan dapat
membentuk ekosistem ekonomi yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Wali Kota juga menekankan pentingnya kepastian hukum dan
kemudahan berusaha melalui integrasi perizinan, dukungan penataan ruang, serta
fasilitas investasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu,
pengembangan KEK harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya
pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“UMKM harus menjadi bagian dari rantai pasok industri,
penyedia barang dan jasa, serta pelaku usaha yang memperoleh manfaat nyata dari
berkembangnya kawasan,” demikian penekanan dalam sambutan Wali Kota.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo, Diah Sajekti
Widowati Sigit, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa terdapat lima
perusahaan dari Malaysia yang telah menandatangani Letter of Interest (LoI)
untuk berinvestasi di KEK Kota Probolinggo. Kelima perusahaan tersebut adalah
Stunning Cheers Sdn Bhd, GPSina IoT Sdn Bhd, Newlla Sdn Bhd, Good Morning
Group, dan Decon Protech Sdn Bhd.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan,
Pemerintah Kota Probolinggo juga menyiapkan sejumlah langkah, meliputi
fasilitasi investasi, usulan peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) Kota Probolinggo Tahun 2020–2040, penyusunan kajian akademik dan studi
kelayakan KEK pada 2026, serta perencanaan penyusunan masterplan dan business
plan pada 2027.
Melalui paparan blueprint ini, Pemerintah Kota Probolinggo
berharap terbangun kesamaan arah dan komitmen antarpemangku kepentingan dalam
mempersiapkan pengembangan KEK secara terencana. Sinergi pemerintah pusat,
pemerintah provinsi, pemerintah kota, investor, dan masyarakat menjadi faktor
penting untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif.
Pengembangan KEK diharapkan tidak hanya meningkatkan
realisasi investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat usaha
lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo.