Wali Kota Probolinggo Tawarkan Potensi Investasi Daerah dalam China-Indonesia Local Government Cooperation Dialog 2026
Dialog ini menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama praktis antara pemerintah daerah Indonesia dan Tiongkok melalui kemitraan langsung antarkota. Sejumlah bidang menjadi fokus dalam forum tersebut, antara lain tata kelola pemerintahan, pembangunan berkelanjutan, kebudayaan, serta upaya mewujudkan kemakmuran bersama.
Wali Kota
Probolinggo Tawarkan Potensi Investasi Daerah dalam China-Indonesia Local
Government Cooperation Dialog 2026
Pemerintah Kota
Probolinggo terus memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus
membuka peluang investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal
tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo saat menghadiri China-Indonesia
Local Government Cooperation Dialog 2026 di Balai Kota Daerah Istimewa
Yogyakarta, Selasa (11/8).

Dalam kegiatan
tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes, didampingi
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota
Probolinggo, Diah Sajekti Widowati Sigit. Kehadiran DPMPTSP menjadi bagian
penting dalam upaya Pemerintah Kota Probolinggo memperkenalkan potensi
investasi daerah sekaligus memperkuat kemudahan pelayanan bagi calon investor.
China-Indonesia Local Government Cooperation Dialog 2026
diselenggarakan bersama oleh United Cities and Local Government Asia-Pacific
(UCLG ASPAC) dan Chinese People's Association for Friendship with Foreign
Countries (CPAFFC). Forum tersebut
diikuti oleh 14 kota/kabupaten di Indonesia serta tujuh perusahaan dari
Tiongkok.
Dialog ini
menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama praktis antara pemerintah daerah
Indonesia dan Tiongkok melalui kemitraan langsung antarkota. Sejumlah bidang
menjadi fokus dalam forum tersebut, antara lain tata kelola pemerintahan,
pembangunan berkelanjutan, kebudayaan, serta upaya mewujudkan kemakmuran
bersama.
Pada kesempatan
tersebut, dr Aminuddin memaparkan berbagai potensi dan keunggulan daerah yang
dapat menjadi daya tarik bagi investor dari Tiongkok. Salah satunya
adalah dukungan infrastruktur yang strategis, dengan keberadaan jalan tol dan
jalan nasional yang terhubung dengan jaringan Trans Jawa.
Selain konektivitas darat, Kota Probolinggo juga memiliki
pelabuhan laut yang mendukung aktivitas ekspor dan impor serta memiliki posisi
strategis sebagai salah satu penyangga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang
menjadi gerbang konektivitas menuju wilayah Indonesia bagian timur.
Keunggulan tersebut semakin diperkuat dengan komitmen
Pemerintah Kota Probolinggo dalam memberikan kemudahan pelayanan investasi.
Melalui DPMPTSP, pemerintah daerah terus mendorong penyelenggaraan pelayanan
perizinan yang mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi para
pelaku usaha.
“Dengan berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki,
Pemerintah Kota Probolinggo mengundang para pelaku usaha dari Tiongkok untuk
melihat peluang dan berinvestasi di Kota Probolinggo,” ujar Wali Kota
Probolinggo dalam kesempatan tersebut.

Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo, Diah Sajekti Widowati
Sigit, turut mendampingi Wali Kota dalam forum tersebut sebagai bentuk dukungan
terhadap upaya Pemerintah Kota Probolinggo dalam membuka akses investasi dan
memperluas jejaring kerja sama dengan mitra internasional.
Menurutnya, forum seperti China-Indonesia Local Government
Cooperation Dialog 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan
potensi daerah secara langsung kepada calon mitra dan pelaku usaha dari
Tiongkok.
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Jenderal UCLG, Dr. Bernadia
Irawati Tjandradewi, menyampaikan bahwa persahabatan antara Indonesia dan
Tiongkok telah terjalin sejak lama. Hubungan tersebut antara lain berawal dari
pertemuan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dengan delegasi Tiongkok yang saat
itu dipimpin langsung oleh Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri
Tiongkok, Zhou Enlai, dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Pemerintah
Kota Probolinggo akan segera melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal
Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, dalam hal ini Konsul Jenderal Mr. Ye Su.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat memfasilitasi komunikasi dan penjajakan
kerja sama antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan para pengusaha dan
investor dari Tiongkok.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen
Pemerintah Kota Probolinggo melalui DPMPTSP untuk terus memperkuat iklim
investasi, memperluas peluang kerja sama, serta menghadirkan kemudahan bagi
investor dalam mengembangkan usahanya di Kota Probolinggo.
Dengan dukungan infrastruktur, posisi geografis yang
strategis, potensi daerah, serta kemudahan pelayanan investasi, Kota
Probolinggo siap menjadi salah satu pilihan bagi investor Tiongkok untuk
mengembangkan usaha dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan.